Blog

Kiat Mempertahankan Ambisi Sampai Akhir Skripsi

Menjadi seorang mahasiswa adalah impian bagi sebagian besar siswa-siswi tingkat akhir Sekolah Menengah Atas bahkan tak sedikit siswa yang sudah mulai berusaha mendapatkan kampus impian dengan jurusan yang diidam-idamkan jauh hari sebelum berbagai bentuk seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri maupun pembukaan pendaftaran kampus swasta dibuka. Jika kamu termasuk salah satunya, selamat, artikel ini cocok buat kamu mempertahankan ambisi sampai akhir skripsi!

Setelah kamu berhasil masuk ke perguruan tinggi yang kamu incar, maka tak dapat dipungkiri, rasa senang, bangga, sekaligus bersemangat akan begitu jelas terpancar pada dirimu. Tak hanya itu, euforia yang kamu rasakan akan sangat mempengaruhi performa belajarmu. Alhasil, nilai yang tampil di layar portalmu akan tampak seperti pemandangan indah. Namun, hal ini biasa terjadi pada masa awal perkuliahan, di mana segalanya masih tampak begitu menarik dan menyenangkan. Bagaimana dengan tahun-tahun berikutnya, saat tugas sudah menjadi makanan yang tak lagi dilihat sebagai tantangan, melainkan sekumpulan beban yang mau tak mau harus segera diselesaikan, tak jarang pula hanya diberi waktu singkat dalam proses pengerjaan. Hal-hal seperti inilah yang membuat semangat belajar menurun dan menjadi seorang mahasiswa rasanya seperti terjebak dalam sebuah keadaan di mana kamu ingin segera menyudahi keadaan tersebut secepatnya agar tak terus-terusan bergelut dengan tugas, dosen killer, tugas lagi, dosen killer lagi.

Jika terus-terusan mempunyai pikiran seperti ini, bisa-bisa kamu dilanda stress berkepanjangan bahkan sebelum tiba di titik akhir perjuangan, yaitu fase skripsian. Namun, hal-hal seperti itu bukan berarti tidak bisa diatasi, ya! Bisa, kok. Kamu hanya perlu menanamkan beberapa kiat dibawah ini:

Mengingat tujuan awal kamu berkuliah

Tujuan awal kamu berkuliah untuk apa? Apakah karena ingin lebih dekat dengan mimpi atau hanya demi sebuah gengsi? Coba diingat-ingat kembali. Rasanya masih beberapa tahun yang lalu, masih pada ingat, kan ya? Kalau gak ingat juga, coba tanyakan pada sekelilingmu, pada orang-orang terdekatmu. Sepertinya mereka pernah mendengarkan kamu bercerita tentang tujuanmu ketika memutuskan untuk berkuliah.

Mengingat kembali orang yang paling ingin kamu bahagiakan

Orang tua adalah jawaban dengan poin tertinggi pada pertanyaan ini. Mereka senantiasa berharap kehadiran mereka berperan penting serta menjadi salah satu support system terbaik bagi anak-anaknya. Mungkin mereka tak menuntut apapun dari kamu, namun sanggupkah kamu melihat orang tuamu terus-terusan menanggung dirimu sebagai beban keluarga?

Ambil jeda sejenak, tapi jangan kelamaan

Bisa jadi kamu sedang dalam fase bosen-bosennya kuliah. Gapapa, dinikmatin aja. Cara nikmatinnya gimana? Ambil jeda sejenak. Contohnya kamu bisa refreshing di akhir minggu, seperti pergi main dengan teman ke suatu tempat yang menenangkan atau sekedar berkaraoke ria melepaskan penat.

Buat daftar impian setelah lulus kuliah

Kemungkinan kamu sudah mulai goyah terkait beberapa mimpimu yang tadinya ingin kamu capai saat hendak memutuskan untuk berkuliah. Coba kamu atur ulang mimpi-mimpimu kedalam sebuah list terkait hal-hal yang ingin kamu capai jika lulus kuliah. Semoga dengan menerapkan cara ini, kamu bisa mengembalikan semangatmu yang mulai pudar dan tujuanmu yang mulai buyar.

Jadikan ‘seseorang’ sebagai rival

Di saat kita merasa malas mengerjakan sesuatu, di situlah ada kemungkinan bahwa kita membutuhkan pemicu untuk melakukan sesuatu. Seperti halnya teori yang dikemukakan oleh B.F. Skinner, beliau mengatakan bahwa stimulus yang diberikan akan menghasilkan respon balik atau dengan kata lain “aksi menghasilkan reaksi”. Poin ini bukan bermaksud untuk mengajak kamu menciptakan musuh, tapi bermaksud untuk mengajakmu mencari salah seorang teman yang sekiranya lebih unggul dan ambisius daripada kamu agar kamu merasa terpancing untuk tidak bermalas-malasan dan menjadikan seseorang tersebut sebagai pemicumu untuk sebisa mungkin menyamakan bahkan melampaui kemampuannya.

Berdoa

Poin terakhir yang enggak kalah penting dengan poin-poin diatas, justru merupakan poin yang terpenting kalau kita kaji kembali. Dengan berdoa, kita akan merasa lebih tenang dan lega sebab sudah menumpahkan segala keluh kesah kepada Yang Maha Kuasa. Kita bisa berdoa agar dijauhkan dari rasa malas, diberi kemudahan dalam urusan perkuliahan, dan lain sebagainya. Mungkin jawabannya bukan sekarang, tapi dengan kamu berdoa, niscaya kamu dapat lebih ikhlas dalam menjalani aktivitas perkuliahan lainnya. Semoga.

Demikianlah beberapa kiat yang dapat kamu lakukan agar bisa memantik kembali semangat yang mulai ambyar saat bergelut dengan semester-semester ‘agak tua’ hingga semester ‘tua banget’. Hal terpenting yang harus kamu ingat adalah semuanya tergantung padamu. Mau diberikan 1000 macam kiat kalau pada dasarnya kamu tidak ingin berubah, maka sama saja, kamu akan tetap bermalas-malasan dan tidak melakukan perubahan atas dirimu. Intinya, kamu adalah penanggungjawab atas hidupmu sendiri.

Baca Juga: Beberapa Fakta Tak Menyenangkan Selama Kuliah Daring

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon matikan ad-block kamu untuk melanjutkan.